Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja, SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli melaksanakan Workshop Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TeFa), Program Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), serta Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahun 2026
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, pengurus Yayasan BNKP Gunungsitoli, narasumber dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII, pengawas Pendidikan Menengah serta mitra dunia usaha dan dunia industri.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan ibadah dan doa pembukaan yang dipimpin oleh Zeriman Waruwu, S.Pdk, kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Novia Masdwi P. Mendrofa, S.Sn. Selanjutnya, Kepala SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli, Dra. Riama Hia, menyampaikan kata pembuka pelaksanaan kegiatan workshop.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Umum Yayasan BNKP Gunungsitoli, Bapak Mayjen TNI (Purn.) Drs. Christian Zebua, M.M., menyampaikan sambutan sekaligus secara resmi membuka kegiatan workshop. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan pembelajaran berbasis kompetensi, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Beliau juga menyampaikan bahwa Program Teaching Factory, Pembelajaran Mendalam, serta Koding dan Kecerdasan Artifisial merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan peserta didik agar memiliki kompetensi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di era transformasi digital.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi materi yang menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang.
Materi pertama disampaikan oleh Ibu Dra. Lesmidawati Purba, selaku Pengawas Pendidikan Menengah, dengan topik “Implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam merupakan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konseptual, pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah yang kontekstual. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan berdampak bagi peserta didik.
Materi kedua disampaikan oleh Bapak Dal Iman N. Gea, S.Pd., M.M., selaku Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII yang hadir mewakili Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XIII. Dalam paparannya mengenai “Program Pengembangan SMK melalui Teaching Factory”, beliau menjelaskan pentingnya implementasi model pembelajaran berbasis produksi dan layanan nyata yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Program Teaching Factory dinilai mampu meningkatkan kompetensi peserta didik melalui pengalaman belajar yang menyerupai kondisi kerja sesungguhnya.
Selanjutnya, materi ketiga disampaikan oleh Bapak Desman Zebua, Dipl.Comp., Direktur Budi Utomo Computer, yang membahas tentang penyelarasan program sekolah dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan industri dalam membangun kompetensi peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Selain itu, beliau juga memberikan wawasan mengenai perkembangan teknologi digital, kebutuhan tenaga kerja masa depan, serta pentingnya penguasaan keterampilan teknologi informasi, termasuk Koding dan Kecerdasan Artifisial.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilaksanakan pula penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program-program pengembangan sekolah, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan para narasumber guna memperdalam pemahaman terkait implementasi program di lingkungan sekolah.
Kegiatan workshop juga diisi dengan paparan alat dan bahan produksi Teaching Factory, yang memberikan gambaran nyata mengenai pengembangan unit produksi dan layanan sebagai sarana pembelajaran berbasis industri di SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli.
Melalui pelaksanaan workshop ini, SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli menunjukkan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi sekolah vokasi yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Implementasi Program Teaching Factory, Pembelajaran Mendalam, serta Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha di masa depan.
Kegiatan ditutup dengan ibadah penutup dan doa syukur yang dipimpin oleh panitia, sebagai ungkapan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan dengan baik, lancar, dan penuh semangat kolaborasi.
“Melalui Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi Digital, SMK Swasta Kristen BNKP Gunungsitoli Siap Mewujudkan Pendidikan Vokasi yang Unggul, Adaptif, dan Berdaya Saing Global.”




