Irene M. Zega, S.E., guru pemasaran di SMK BNKP Gunungsitoli, telah mengikuti pelatihan bertajuk “Strategi GEO dan AEO untuk Mewujudkan Guru dan Siswa SMK Naik Kelas di Era AI”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber inspiratif, Bapak Dedy Budiman, M.Pd., dan diselenggarakan bersama AGMARI (Asosiasi Guru Marketing Indonesia).
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru SMK, khususnya di bidang pemasaran, dengan strategi dan keterampilan terkini dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Melalui pendekatan GEO (Generative Engine Optimization) dan AEO (Answer Engine Optimization), peserta diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran serta daya saing lulusan SMK di dunia industri digital.
Dalam kegiatan tersebut, Irene M. Zega, S.E. aktif mengikuti setiap sesi dan berdiskusi mengenai penerapan strategi digital dalam pembelajaran pemasaran. Ia menilai bahwa pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan vokasi saat ini, di mana guru dituntut untuk adaptif terhadap perubahan teknologi dan mampu menyiapkan siswa agar siap bersaing di era digital.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara kerja mesin pencari secara signifikan. Jika sebelumnya strategi digital berfokus pada SEO (Search Engine Optimization), kini muncul dua pendekatan baru yang lebih relevan di era AI, yaitu GEO (Generative Engine Optimization) dan AEO (Answer Engine Optimization). Kedua strategi ini membantu bisnis digital agar tetap terlihat, relevan, dan kompetitif di tengah perubahan perilaku pengguna yang semakin bergantung pada mesin pencari berbasis AI seperti ChatGPT, Gemini, dan Copilot.
Generative Engine Optimization (GEO) adalah strategi optimasi konten agar mudah ditemukan dan direkomendasikan oleh mesin pencari berbasis AI generatif. Mesin ini tidak hanya menampilkan daftar tautan, tetapi juga menghasilkan jawaban langsung berdasarkan pemahaman konteks dan data yang tersedia.
Sedangkan Answer Engine Optimization (AEO) adalah strategi optimasi agar konten bisnis muncul sebagai jawaban langsung di mesin pencari berbasis AI atau fitur featured snippet di Google. Fokus AEO bukan hanya pada kata kunci, tetapi pada jawaban yang tepat, ringkas, dan bernilai tinggi.
GEO dan AEO merupakan evolusi dari SEO yang menyesuaikan diri dengan era kecerdasan buatan. Bisnis digital yang mampu menerapkan kedua strategi ini akan memiliki keunggulan kompetitif dalam hal visibilitas, kredibilitas, dan interaksi dengan pelanggan. Dengan memahami cara kerja mesin pencari berbasis AI, pelaku bisnis dapat memastikan bahwa konten mereka tidak hanya ditemukan, tetapi juga dipercaya dan direkomendasikan oleh teknologi generatif masa kini.
Melalui pelatihan ini, Irene M. Zega, S.E. berkomitmen untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dalam proses pembelajaran di SMK SWASTA KRISTEN BNKP Gunungsitoli. Dengan mengintegrasikan konsep GEO dan AEO, diharapkan siswa dapat lebih kreatif, inovatif, serta memiliki kemampuan analisis yang kuat dalam menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan visi “Guru dan Siswa SMK SWASTA KRISTEN BNKP GUNUNGSITOLI Naik Kelas di Era AI”, di mana kolaborasi antara pendidik, asosiasi profesi, dan praktisi pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
